Penjelasan Tentang Bauran Promosi

 

Dalam kegiatan promosi agar dapat berjalan efektif perlu adanya bauran promosi (promotional mix), yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan. Ada lima jenis kegiatan promosi, antara lain (Kotler, 2001:112) :

1.     Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.

2.     Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.

3.     Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).

4.     Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.

5.     Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.

Menurut dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa strategi promosi terdiri dari bagian – bagian penting, diantaranya adalah:

1.     Strategi promosi periklanan

2.     Strategi promosi penjualan

3.     Strategi promosi pemasaran langsung

4.     Strategi promosi hubungan masyarakat dan publisitas

5.     Strategi promosi penjualan pribadi


Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Promosi

          Perusahaan memiliki beberapa faktor yang menjadi pertimbangan ketika merancang strategi promosi, menurut Kotler dan Armstrong  (2008) antara lain:

1.     Jenis Produk

          Produk yang ditawarkan juga merupakan suatu hal penting dalam hal kegiatan periklanan, yang ditunjang dari kegiatan personal selling, promosi penjualan serta publisitas sesuai dengan produk tersebut.

2.     Jenis pasar

Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.

3.     Tahap siklus produk

a.     Tahap Perkenalan

Merupakan tahap setelah produk diperkenalkan ke pasar. Dalam tahap ini penjualan masih kecil dan mulai merambat naik. Perusahaan masih belum memperoleh laba dalam tahap ini akibat dari tingginya biaya promosi yang dikeluarkan.

b.     Tahap Pertumbuhan

Pada tahap ini produk sudah diterima oleh pasar dan penjualan sudah semakin besar dan laba pun sudah mulai meningkat dengan cepat. Menurut (Kotler, 1997) ada beberapa strategi dalam tahap ini, yaitu:

i.      Perusahaan meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik.

ii.     Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk penyerta

iii.   Memasuki segmentasi pasar baru

iv.   Memasuki saluran distribusi baru dan meningkatkan cakupan distribusi

v.     Beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk ke iklan yang membuat orang memilih produk

vi.   Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga di lapisan berikutnya

c.     Tahap Kedewasaan

Dalam tahap ini penjualan terus meningkat dan akan mencapai puncak, kemudian turun secara perlahan akibat mulai masuknya pesaing. Dalam tahap ini laba relatif stabil dan pada akhirnya juga akan turun akibat penjualan yang menurun. Menurut (Kotler, 1997) ada beberapa strategi dalam tahap ini, yaitu:

i.    Strategi modifikasi pasar, perusahaan dapat mencoba memperluas pasar untuk merknya, dengan 3 cara, yaitu; mengubah orang yang bukna pemakai, memasuki segmentasi pasar baru, memenangkan pelanggan pesaing.

ii.     Strategi modifikasi produk, manajer juga berusaha mendorong penjualan dengan memodifikasi karakteristik produk dengan meningkatkan kualitas, peningkatan keistimewaan atau peningkatan gaya.

iii.   Modifikasi bauran pemasaran, manajer produk dapat mencoba mendorong penjualan dengan memodifikasi beberapa elemen bauran pemasaran.

d.     Tahap Penurunan

Dalam tahap ini penjualan menurun dengan cepat dan seiring dengan menurunnya penjualan maka laba pun semakin menurun dan pada akhirnya akan rugi. Untuk memperpanjang daur hidup produk secara keseluruhan maka perlu dilakukan strategi daur hidup. Penerapan strategi harus lebih dulu mengetahui kondisi penerimaan konsumen, pesaing dan biaya promosi, mengingat ketiga komponen ini sangat berhubungan erat.

Dalam tahap pengembangan produk yang perlu diperhatikan adalah pengujian konsep apakah produk yang akan diluncurkan dapat diterima oleh konsumen atau tidak. Dalam tahap ini pesaing hampir dipastikan tidak ada. Sedangkan biaya investasi yang cukup tinggi. Menurut (Kotler, 1997) ada beberapa strategi dalam tahap ini, yaitu:

i.      Meningkatkan investasi perusahaan

ii.    Mempertahankan investasi perusahaan sampai ketidakpastian terhadap industry tersebut selesai

iii.   Mengurangi tingkat investasi secara selektif

iv.   Menuai investasi untuk mengembalikan kas secara lebih cepat

v.     Melepaskan bisnis dengan cara menjual aset perusahaan

4.     Kesiapan tahap pembeli.

Kesiapan pembelian memiliki 4 tahapan, diantaranya adalah tahapan kesadaran, tahap keyakinan, tahap pemasaran, dan tahap pemasaran kembali. Periklanan dan publisitas memiliki peranan dalam tahap membangun kesadaran. Pengertian pelanggan akan dipengaruhui oleh penjualan perorangan. Sedangkan pemesanan dan pemesanan kembali akan dipengaruhi oleh penjualan perorangan dan promosi penjualan. Jadi pada tahap-tahap awal dari proses keputusan pembeli, periklanan dan publisitas akan lebih berperan dan pada tahap-tahap akhir, penjualan perorangan dan promosi penjualan lebih efektif.


YuliusSatya-Atlantians

i am 13 years old, a am have a round face, black eyes, and short. I like playing computer games,,, my favorite game is : GTA, Atlantica, C & C, etc. I am not diligent, but i smart, hahaha

Post a Comment

Previous Post Next Post