Sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan dan karyawan (Hasibuan, 2016). Kualitas sumber daya manusia akan sangat menentukan jika dibandingkan dengan tenaga lain, karena sumber daya manusia berkontribusi dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan juga evaluasi jalannya sebuah perusahaan. Sumber daya manusia memiliki peran penting seperti meningkatkan potensi karyawan secara individu dan membangun serta mengembangkan sebuah perusahaan sehingga karyawan dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Selengkap dan secanggih apapun fasilitias yang dimiliki oleh suatu organisasi tanpa adanya sumber daya manusia yang mampu mengoperasionalkan, baik secara jumlah (kuantitas) maupun secara kemampuan (kualitas), maka organisasi tersebut tidak dapat mencapai visi-misi organisasinya. Sumber daya manusia perlu dikelola secara professional agar tercapai keseimbangan antara karyawan, tuntutan dan kemampuan perusahaan.
Terwujudnya tujuan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan. Menurut Edison dkk (2016), kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan tercapai. Kinerja karyawan yang baik akan berbanding lurus dengan hasil dalam hal ini perkembangan usaha. Namun sebaliknya, kinerja karyawan yang buruk akan berdampak buruk pula pada perusahaan. Kinerja sangat penting bagi organisasi, karena (1) kinerja yang tinggi dapat mengurangi angka absensi karena malas, (2) kinerja karyawan yang tinggi membantu karyawan menyelesaikan pekerjaan atau tanggung jawab yang diberikan kepadanya dapat diselesaikan dengan waktu yang tepat, (3) kinerja yang tinggi membuat karyawan merasa senang dan puas dalam bekerja sehingga kecil kemungkinan karyawan akan berpindah tempat serta (4) adanya kinerja yang tinggi dapat mengurangi angka kecelakaan karena karyawan cenderung bekerja secara hati-hati dan teliti sesuai dengan prosedur yang ada.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah stres kerja. Menurut Handoko (2012), stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi proses berpikir, emosi dan kondisi seseorang, hasilnya stres yang terlalu berlebihan dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan dan pada akhirnya akan menganggu pelaksanaan tugas-tugasnya. Penyesuaian antara harapan dengan kenyataan yang ada, kurang mampu di kendalikan oleh karyawan akan cenderung mengalami stres, baik penyesuaian dari dalam maupun dari luar dirinya sendiri. Beban kerja yang berlebihan, kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, komunikasi yang kurang baik, sikap pemimpin dan otoritas dalam bekerja akan memacu munculnya stres karyawan.
Faktor lain yang mampu mendukung kinerja seorang karyawan untuk dapat bekerja secara maksimal dengan kinerja yang tinggi, diperlukan pula faktor kompetensi kerja. Secara umum sistem kompetensi yang digunakan perusahaan terdiri dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan perilaku (attitude) untuk melakukan pekerjaan secara maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik (Edison, dkk, 2016).
Faktor yang juga mempengaruhi kinerja karyawan adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja harus menjadi perhatian dari perusahaan karena sebagian besar waktu karyawan tiap harinya dihabiskan di tempat kerja. Lingkungan kerja yang baik, seperti fasilitas yang mewadahi, sarana prasarana yang baik dan rekan kerja yang mendukung pastinya akan meningkatkan kinerja karyawan dan nantinya akan berdampak pada hasil yang diperoleh perusahaan. Lingkungan kerja yang buruk akan menjadi hambatan tersendiri bagi karyawan untuk menjalankan kegiatanya di tempat kerja yang pada akhirnya kinerja karyawan akan menurun. Siagian (2011) berpendapat bahwa lingkungan kerja terdapat 2 macam, yang pertama ialah lingkungan kerja fisik seperti bangunan, ruang kerja, sirkulasi udara, sarana transportasi, tempat istirahat, tempat ibadah dan peralatan yang cukup mewadahi. Yang kedua lingkungan non fisik ialah lingkungan kerja yang menyenangkan dalam hal ini hubungan rekan kerja yang harmonis antara karyawan dengan karyawan ataupun karyawan dengan atasan. Manusia bekerja tidak semata-mata hanya mencari uang saja, tetapi bekerja juga memiliki tujuan untuk memperoleh kepuasan.
