Tahap terakhir pada urutan formulasi
strategi adalah pengambilan keputusan. Analisis yang digunakan pada tahap ini
adalah menggunakan matriks QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix).
Menurut David dan David (2016), QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix)
digunakan untuk menentukan daya tarik relatif dari strategi-strategi yang ada
berdasarkan sejauh mana faktor internal dan faktor eksternal yang ada
tersebut dapat dimanfaatkan. Komponen yang ada di QSPM mencakup faktor
internal, faktor eksternal, bobot, skor daya tarik, skor daya tarik total, dan
jumlah skor daya tarik total. Bobot yang digunakan di QSPM merupakan nilai
bobot yang sama dengan nilai bobot yang digunakan di tahap sebelumnya yaitu di
matriks IFE dan matriks EFE. Hasil dari analisis menggunakan QSPM yaitu dapat
diketahui strategi mana yang lebih menarik untuk diterapkan.
Terdapat
enam langkah yang dilakukan dalam mengembangkan QSPM, yaitu:
1) Membuat
daftar faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan
ancaman) pada kolom kiri QSPM.
2) Memasukan
bobot dari setiap faktor kunci internal dan eksternal.
3) Menguji
matriks IE dan Matriks SWOT serta mengidentifikasi alternatif yang sebaiknya
dipertimbangkan oleh organisasi dalam implementasinya.
4)
Menentukan skor daya
tarik. Skor daya tarik (AS) didapatkan dengan melalui pengujian setiap faktor
internal dan faktor eksternal kunci pada satu waktu. AS diberikan pada setiap
strategi untuk mengindikasikan daya tarik relatif dari satu strategi dengan strategi lainnya, dengan
mempertimbangkan faktor tertentu. Kisaran untuk AS yaitu 1 = tidak menarik, 2 =
agak menarik, 3 = cukup menarik, 4 = sangat menarik. Tidak boleh memberikan
angka skor yang sama dalam satu baris.
5)
Menghitung skor daya
tarik total (TAS) dengan mengalikan bobot dan nilai daya tarik (AS). TAS
mengindikasikan daya tarik relatif dari setiap strategi alternatif. Semakin
tinggi TAS, semakin menarik alternatif strategi.
6)
Menghitung jumlah skor
daya tarik total. Menambahkan TAS pada setiap kolom strategi QSPM. Jumlah skor
daya tarik total (STAS) mendeskripsikan strategi yang paling menarik dalam
setiap perangkat alternatif. Semakin tinggi skor maka strategi dianggap lebih
menarik sehingga dapat mempertimbangkan semua fakor internal dan eksternal yang
dapat memengaruhi keputusan strategis (David dan David, 2016).
Tabel 2.3. Format Dasar QSPM
|
Faktor–faktor kunci |
Bobot |
Alternatif Strategi |
|||
|
Strategi I |
Strategi II |
||||
|
AS |
TAS |
AS |
TAS |
||
|
Faktor Internal 1. Kekuatan 2. Kelemahan |
(Bobot dari
matriks IFE) |
AS 1 = Tidak menarik AS 2 = Agak menarik AS 3 = Cukup menarik AS 4 = Sangat menarik |
Bobot x AS |
AS 1 = Tidak menarik AS 2 = Agak menarik AS 3 = Cukup menarik AS 4 = Sangat menarik |
Bobot x AS |
|
Faktor Eksternal 1. Peluang 2. Ancaman |
(Bobot dari
matriks EFE) |
AS 1 = Tidak menarik AS 2 = Agak menarik AS 3 = Cukup menarik AS 4 = Sangat menarik |
Bobot x AS |
AS 1 = Tidak menarik AS 2 = Agak menarik AS 3 = Cukup menarik AS 4 = Sangat menarik |
Bobot x AS |
|
Total |
|
|
|
|
|
Sumber : David
dan David, 2016
Keterangan :
AS = Attractiveness Scores
TAS = Total Attractiveness Scores
AS 1 = Tidak menarik
AS 2 = Agak menarik
AS 3 = Cukup menarik
AS 4 = Sangat menarik
