Definisi dan Penjelasan Tentang Manajemen Strategi

 

Manajemen strategik (strategic management) didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam formulasi, implementasi, dan evaluasi dalam sebuah keputusan lintas fungsional yang membuat sebuah organisasi dapat memperoleh tujuannya. Manajemen strategik berfokus pada pengintegrasian  manajemen, pemasaran, keuangan dan akuntansi, produksi dan operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi untuk memperoleh kesuksesan sebuah organisasi (David dan David, 2016).

Manajemen strategi merupakan sebuah ilmu dan seni dari suatu pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) tentang keputusan-keputusan strategis antar 4 fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi atau perusahaan mencapai tujuan-tujuan di masa yang akan datang. Pengambilan keputusan dan tindakan secara manajerial untuk keberhasilan organisasi ataupun perusahaan dilakukan untuk jangka panjang. Dengan berpijak pada analisa lingkungan, formulasi serta implementasi strategis yang tepat, evaluasi dan pengawasan yang juga terencana. Penerapan manajemen strategis terletak pada pengkajian secara cermat pada masalah lingkungan untuk mempelajari ancaman yang ada serta peluang yang memungkinkan bagi kemajuan organisasi dengan berpijak pada kekuatan, kelemahan yang dimiliki oleh organisasi (Nazarudin, 2020).

Menurut Yunus (2016), manfaat manajemen strategi antara lain adalah:

a.       Manfaat finansial

Suatu bisnis atau organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategi menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam penjualan, profitabilitas, dan produktivitas dibandingkan dengan perusahaan tanpa aktivitas perencanaan yang sistematis.

b.       Manfaat nonfinansial

Manfaat nonfinansial terdiri dari peningkatan kesadaran atas ancaman eksternal, pemahaman yang lebih baik atas strategi pesaing, peningkatan produktivitas karyawan, pengurangan keengganan untuk berubah, dan pengertian yang lebih baik atas hubungan antara kinerja dan penghargaan.

     Berikut ini merupakan proses manajemen strategik menurut Taufiqurokhman (2016) :

a.       Pengamatan Lingkungan

Pengamatan lingkungan merupakan pemantauan, pengevaluasian serta penyebaran informasi dari lingkungan eksternal kepada orang- orang kunci dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Pengamatan lingkungan adalah sebuah alat manajemen untuk menghindari kejutan-kejutan strategik dan memastikan kesehatan manajemen organisasi atau perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

b.       Perumusan Strategi

Perumusan manajemen strategi perusahaan dapat meliputi pengembangan misi sebuah organisasi atau perusahaan, mengidentifikasikan peluang dan ancaman eksternal, mengukur dan menetapkan kelemahan atau kekuatan internal perusahaan, menetapkan sasaran dalam jangka panjang, menimbang alternatif lain, dan memilih strategi khusus yang akan diterapkan dalam kasus-kasus tertentu.

c.       Implementasi Strategi

Dalam tahap mengimplementasikan strategi, perusahaan menetapkan tujuan atau sasaran perusahaan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya agar dapat menjalankan strategi yang telah disusun. Implementasi strategi meliputi budaya yang mendukung pengembangan organisasi atau perusahaan, menyiapkan anggaran, memanfaatkan sistem informasi, serta memotivasi karyawan agar dapat menjalankan tugas dan bekerja semaksimal mungkin.

d.       Evaluasi dan Pengawasan Strategi

Evaluasi serta pengawasan strategi adalah tahap akhir dalam sebuah proses manajemen strategi. Seluruh strategi merupakan subyek moditifikasi di masa yang akan datang, sebab dapat terjadi sebuah perubahan dalam berbagai faktor baik internal atau eksternal. Evaluasi strategi meliputi beberapa hal seperti pengkajian faktor internal dan eksternal yang merupakan sebuah dasar dalam setiap strategi yang sedang telah dijalankan, pengukuran kinerja yang telah dijalankan, dan pengambilan tindakan perbaikan jika terjadi ketidak sesuaian dari strategi yang telah dijalankan.

  Menurut David (2016), terdapat tiga jenis strategi yaitu :

a.       Strategi Integrasi

1)      Integrasi ke Depan

Integrasi ke depan (forward integration) melibatkan perolehan kepemilikan atau meningkatkan control atas distributor atau peritel. Cara efektif dalam mengimplementasikan strategi integrasi ke depan adalah dengan waralaba (franchising), hal tersebut dikarenakan bisnis dapat berekspansi dengan cepat melalui waralaba karena biaya dan kesempatan meluas di antara banyak individu.

2)      Integrasi ke Belakang

Integrasi ke belakang (backward integration) adalah strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan control atas pemasok perusahaan. Strategi tersebut dijalankan khususnya saat pemasok perusahaan tidak andal, terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Upaya ini dianggap sebagai Langkah untuk “mengamankan” jalur pasokan perusahaan terhadap kebutuhan dalam proses produksinya.

3)      Integrasi Horizontal

Integrasi horizontal (horizontal integration) mengacu pada strategi kepemilikan atau peningkatan kendali atas pesaing perusahaan. Tren yang paling signifikan dalam manajemen strategi di masa ini adalah meningkatnya penggunaan strategi integrasi horizontal untuk strategi pertumbuhan sebuah perusahaan. Contoh integrasi horinzontal antara lain merger, akuisisi, dan pengambilalihan antara pesaing.

b.       Strategi Intensif

1)      Penetrasi Pasar

Strategi penetrasi pasar (market penetration) berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk dan jasa di pasar saat ini lewat usaha pemasaran yang lebih besar lagi. Strategi penetrasi pasar secara luas digunakan dan dikombinasikan dengan strategi lain. Penetrasi pasar meliputi meningkatnya angka tenaga penjual, meningkatkan beban iklan, menawarkan promosi penjualan item secara ekstensif, atau meningkatnya usaha publikasi.

2)      Pengembangan Pasar

Pengembangan pasar (market development) melibatkan pengenalan produk atau jasa saat ini ke area geografis baru lain. Globalisasi dan iklim perkembangan pasar internasional semakin kondusif untuk strategi ini. Hal ini dibutuhkan karena tidak jarang persaingan yang demikian ketat pada suatu pasar tertentu menyebabkan pengalihan perhatian kepada pasar yang baru merupakan solusi agar perusahaan tidak tersingkir dari arena bisnisnya.

3)      Pengembangan Produk

Pengembangan produk (product development) adalah strategi yang mencari kenaikan penjualan dengan meningkatkan atau memodifikasi produk dan jasa saat ini. Pengembangan produk biasanya memerlukan pengeluaran untuk kegiatan penelitian dan pengembangan yang besar.

c.       Strategi Diversifikasi

1)      Diversifikasi Terkait

Diversifikasi terkait adalah strategi ketika rantai nilai bisnis memiliki kesesuaian strategis lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif. Perusahaan secara umum bukan merupakan pemisah yang efisien; investor bisanya dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan membeli saham pada berbagai perusahaan.

Enam pedoman diversifikasi terkait dapat menjadi sebuah strategi yang efektif:

a) Ketika organisasi berkompetisi di sebuah industri yang tidak mengalami pertumbuhan yang pertumbuhannya lambat.

b) Ketika menambah produk yang baru namun terkait akan secara signifikan mendongkrak penjualan produk saat ini.

c) Ketika produk yang baru namun terkait dapat ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing.

d) Ketika produk yang baru namun terkait memiliki memiliki tingkat penjualan yang dapat mengimbangi puncak dan jurang penjualan yang ada saat ini diperusahaan.

e) Ketika produk organisasi yang ada saat ini sedang dalam tahap dari siklus hidup produk.

f) Ketika organisasi memiliki tim manajemen yang kuat

 

2)          Diversifikasi Tidak Terkait

Diversifikasi tak terkait ketika rantai nilai bisnis sangat tidak mirip sehingga tidak ada hubungan lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif. Strtagei diversifikasi tidak terkait akan mengkapitalisasi dalam portofolio bisnis yang menyampaikan kinerja keuangan di industrinya masing-masing daripada berusaha mengkapitalisasai strategi nilai rantai diantara bisnis.

Sepuluh pedoman diversifikasi tak terkait dapat menjadi sebuah strategi yang efektif:

a) Ketika pendaoatan dari produk atau jasa saat ini dimiliki organisasi akan meningkat secara signifikan dengan penambahan produk baru yang tidak terkait.

b) Ketika organisasi bersaing disebuah industri yang sangat kompetitif dan tidak mengalami pertumbuhan sebagaimana diindikasi oleh margin laba dan pengembalian industri yang rendah.

c) Ketika saluran distribusi organisasi saat ini dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk baru kepada konsumen yang ada.

d) Ketika aksi antirust dapat didakwakan terhadap organisasi yang secara historis telah berkonsentrasi pada satu jenis industri.

e) Ketika produk baru memiliki pola penjualan kontrasiklis bila dibandingkan dengan produk organisasi saat ini.

f) Ketika pasar yang ada sudah jenuh dengan produk organisasi saat ini

g) Ketika organisasi memiliki modal dan talenta manejerial yang dibutuhkan untuk bersaing dengan baik di industri baru

h) Ketika industri dasar suatu organisasi mengalami penurunan dalam penjualan dan laba tahunan.

i) Ketika organisasi baru memiliki peluang untuk membeli bisnis tak terkait yang menarik secara investasi.

j) Ketika ada sinergi finansial antara perusahaan yang diakuisi dan mengakuisisi.

d.          Startegi Defensif

1)          Pengurangan

Pengurangan (retrenchment) terjadi ketika organisasi atau perusahaan mengelompokkan kembali lewat pengurangan biaya dan asset untuk mengembalikan penurunan penjualan dan laba. Strategi tersebut terkadang disebut pembalikan atau re-organisasi, pengurangan didesain untuk membentengi kompetensi dasar organisasi  yang khusus. Pengurangan dapat diikuti dengan penjualan lahan dan bangunan untuk meningkatkan kas yang dibutuhkan, memangkas lini produk, menutup bisnis marginal, menutup pabrik yang usang, mengotomatisasi proses, mengurangi jumlah karyawan, dan melakukan pengendalian beban.

2) Divestasi

Strategi divestasi (divestiture) sering kali digunakan untuk meningkatkan modal atau akuisisi strategik ke depan atau investasi. Strategi divestasi dapat menjadi bagian dari strategi pengurangan untuk melepaskan bisnis orgnasisasi yang tidak menguntungkan, yang membutuhkan banyak modal, atau yang tidak cocok dengan aktivitas perusahaan. Strategi divestasi juga menjadi strategi yang popular untuk perusahaan atau organisasi untuk berfokus pada bisnis inti mereka.

3) Likuidasi

Strategi menjual semua atau sebagian asset perusahaan menjadi nilai berwujud disebut likuidasi (liquidation). Likuidasi adalah pengakuan kekalahan dan secara konsekuen dapat menjadi strategi yang sulit secara emosional. Namun demikian, bisa dimengerti bahwa lebih baik menghentikan operasi daripada mengalami kerugian yang lebih besar.

YuliusSatya-Atlantians

i am 13 years old, a am have a round face, black eyes, and short. I like playing computer games,,, my favorite game is : GTA, Atlantica, C & C, etc. I am not diligent, but i smart, hahaha

Post a Comment

Previous Post Next Post