Strategi
Pengembangan adalah rencana untuk mencapai suatu tujuan, dan pengembangannya
memerlukan evolusi konsep strategi, dan setiap orang memiliki pendapat dan
definisi strategi yang berbeda. Strategi dalam
dunia usaha atau bisnis sangat
diperlukan untuk mencapai visi dan misi yang dijalankan perusahaan dan untuk
mencapai tujuan atau sasaran baik jangka
pendek maupun jangka panjang. (David dan David, 2016).
Strategi
digambarkan sebagai cara organisasi untuk mencapai tujuannya sesuai
dengan peluang dan risiko dari lingkungan eksternal (sumber daya) dan kemampuan
internal organisasi. Berdasarkan
definisi ini, ada tiga faktor yang memiliki dampak signifikan terhadap
strategi yaitu: lingkungan eksternal, sumber daya dan kapabilitas internal,
serta tujuan yang ingin dicapai. Pada intinya,
strategi organisasi memberikan pemahaman dasar tentang bagaimana sebuah organisasi bermaksud
untuk bersaing dan bertahan.
Menurut
Wheelen dan David (2001), perusahaan besar memiliki beberapa lapisan strategis
dan tiga tingkat strategi manajemen yang berkembang seiring dengan perkembangan
perusahaan.
a.
Strategi
perusahaan (Corporate Strategy) merupakan strategi yang mencerminkan
arah seluruh perusahaan, yang bertujuan untuk pertumbuhan seluruh
perusahaan dan pengelolaan berbagai bisnis lini produk. Ada tiga jenis strategi
yang dapat digunakan dalam strategi tingkat bisnis ini: strategi pertumbuhan (growth
strategy), yaitu strategi berdasarkan fase pertumbuhan yang dilalui bisnis.
Strategi stabil (Stability Strategy) adalah strategi untuk menghadapi
penurunan pendapatan yang dihadapi perusahaan. Dan strategi mitigasi (retrenchment
strategy) adalah strategi yang diterapkan untuk meminimalkan atau
mengurangi upaya perusahaan.
b.
Strategi
bisnis (business strategy) merupakan strategi yang berlangsung pada
tingkat produk atau unit bisnis, yang menekankan pada peningkatan daya saing
suatu produk atau jasa di segmen pasar tertentu.
c.
Strategi
fungsional (functional strategy) merupakan strategi yang terjadi pada
tingkat fungsional seperti operasi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Dalam penelitian dan
pengembangan, jika strategi ini meningkatkan
fungsi perusahaan dan memperoleh keunggulan kompetitif, strategi ini terkait
dengan strategi bisnis dan strategi perusahaan, memaksimalkan produktivitas
sumber daya yang digunakan dan pelanggan Menyediakan kebutuhan Anda. Strategi
fungsional sering disebut sebagai
strategi berbasis nilai.
Menurut Sumual (2019), pengembangan
sebuah bisnis atau perusahaan
akan dilakukan ketika produk hendak
ditingkatkan atau mengembangkan sebuah
jenis
produk baru (diversifikasi produk) atau ingin mengembangkan dengan cara mengakuisisi perusahaan
lain. Adapun bentuk pengembangan bisnis sebagai berikut:
a.
Pengembangan
Produk
Pengembangan
produk/jasa adalah suatu aktivitas untuk memperbaiki atau memodifikasi produk
atau jasa menjadi lebih inovatif. Pengembangan produk adalah produk baru
meliputi orisinil, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi dan merk
baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan. Terdapat 6 faktor
yang mendorong sebuah perusahaan
melakukan pengembangan produk antara
lain :
1) Perkembangan teknologi:
Perkembangan teknologi dapat menjadi sarana bisnis untuk melakukan
mengembangkan sebuah produk
menjadi lebih berkualitas, cepat dalam proses pengerjaan dan lebih efektif serta efisien
bahkan lebih inovatif.
2)
Perubahan selera konsumen: Selera
konsumen akan mempengaruhi laris tidaknya produk yang akan dijual. Apabila selera konsumen berubah
maka diperlukan kepekaan
dari pelaku usaha untuk
menentukan penyesuaian produk
agar sesuai dengan
selera
konsumen. Perubahan ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pendapatan konsumen, tingkat perkembangan
penduduk, tingkat pendidikan, serta kesetiaan konsumen terhadap produk-produk yang bersangkutan.
3) Persaingan:
Persaingan menjadi alasan kuat untuk melakuan sebuah pengembangan produk agar
dapat menyaingi tingkat produksi
milik para pesaing.
4) Adanya
kapasitas mesin berlebih: Dengan meningkatkan kapasitas dari mesin-mesin yang dimiliki
oleh perusahaan,
maka perusahaan berusaha untuk menggunakan kelebihan kapasitas itu untuk membuat produk.
5) Siklus
hidup produk yang pendek: Siklus hidup produk yang pendek akan mendorong perusahaan
untuk terus mengembangkan produk
yang dimiliki, sehingga konsumen tidak bosan dengan
produk-produk
yang diproduksi perusahaan
tersebut.
6) Adanya keinginan untuk meningkatkan laba: Setiap bisnis tentunya memiliki tujuan untuk memperkuat posisi produknya di pasar dan untuk memperluas pasar tersebut perlu ada pengembangan produk.
b.
Pengembangan
Pasar
Pengembangan
pasar merupakan
sebuah
upaya untuk
memperluas pasar dengan cara memperkenalkan produk atau jasa ke wilayah geografis
yang baru. Pengembangan
pasar dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif dengan
kondisi sebagai berikut :
1) Ketika
saluran distribusi baru yang tersedia bisa diandalkan, tidak membutuhkan biaya tinggi,
serta
berkualitas baik.
2) Ketika
sebuah organisasi telah berhasil dalam bisnis
yang dijalankannya.
3) Ketika
pasar yang baru
belum dikembangkan serta
belum jenuh muncul. Ketika organisasi tersebut mempunyai modal dan sumber daya manusia
yang dibutuhkan untuk mengelola perluasan operasi.
4) Ketika
sebuah organisasi
memiliki kapasitas produksi berlebih.
5) Ketika
industri dasar organisasi berkembang cepat menjadi global dalam cakupannya.
c.
Pengembangan
Organisasi
Pengembangan
organisasi merupakan
serangkaian kegiatan penyempurnaan tujuan dan nilai-nilai dalam sebuah organisasi, fungsi
organisasi termasuk struktur organisasi agar organisasi bisnis lebih adaptif
terhadap tuntutan dalam lingkungan
bisnis, bekerja lebih efisien serta
efektif sehingga kinerja bisnis dapat
meningkat.
Inti dari pengembangan organisasi adalah penyesuaian serta penyempurnaan dari seluruh sistem organisasi, oleh karena itu
penyesuaian dan penyempurnaan yang pertama dilakukan adalah merumuskan
kembali tujuan dan nilai-nilai organisasi termasuk struktur organisasi, kemudian melakukan
penyesuaian dan penyempurnaan pada fungsi-fungsi sebuah organisasi seperti sumber
daya manusia, keuangan, produksi dan pemasaran.
