Lingkungan adalah segala sesuatu yang
berada di luar sebuah organisasi. Dalam konteks manajemen strategi, lingkungan didefinisikan
berdasarkan dari dekat
dan jauh pengaruhnya
terhadap sebuah organisasi. Analisis lingkungan merupakan
salah satu unsur yang penting
dalam proses
manajemen strategi, sebab analisis lingkungan menghasilkan banyak informasi yang
diperlukan untuk menilai dan memperkirakan
langkah-langkah di masa depan pada sebuah organisasi atau
perusahaan. Tujuan dari analisis lingkungan adalah agar organisasi atau
perusahaan mampu mengolah dan memanfaatkan
informasi yang didapatkan
melalui analisis lingkungan internal dan eksternal untuk
mendapatkan keunggulan kompetitif di masa depan (Suryanata, I G.N.P. 2019).
a.
Lingkungan
Internal
Lingkungan
Internal adalah keadaan yang ada di dalam suatu perusahaan. Analisis internal
adalah proses perencanaan strategis yang menentukan lokasi kekuatan dan
kelemahan perusahaan. Menurut David (2016)
, lingkungan internal mencakup kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam bidang
fungsionalnya seperti manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi,
manufaktur/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi
terkelola. Strategi dikembangkan sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki
kelemahan organisasi, memperkuatnya, bahkan mengubahnya menjadi kapabilitas
yang unik. Kapabilitas yang kuat adalah kekuatan organisasi yang tidak dapat
dengan mudah ditandingi atau ditiru oleh pesaing.
Analisis
lingkungan internal adalah sebuah proses di mana perencana strategi mengkaji
pemasaran dan distribusi perusahaan,
penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan
organisasi atau perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk
menentukan di mana organisasi atau perusahaan mempunyai kemampuan yang penting
sehingga organisasi atau perusahaan tersebut dapat memanfaatkan peluang dengan
cara yang paling efektif dan dapat menangani segala ancaman di dalam lingkungan
(Rahim dan Enny. 2017).
Menurut
Budiman dan Barlian (2020), lingkungan internal terdiri
dari variabel
kelemahan dan kekuatan yang ada dari dalam sebuah organisasi, tetapi biasanya tidak
dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak sebuah perusahaan.
Variabel-variabel
tersebut
meliputi
budaya, struktur,
dan sumber daya organisasi.
1)
Struktur
Struktur
merupakan cara bagaimana sebuah perusahaan
diorganisasikan yang berhubungan
dengan komunikasi, wewenang, serta
arus kerja. Struktur sering disebut sebagai “rantai perintah” dan digambarkan dalam bentuk grafis dengan
menggunakan bagan organisasi.
2)
Budaya
Budaya
merupakan sebuah pengharapan, pola keyakinan, dan
nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota pada sebuah organisasi.
Norma-norma organisasi secara khusus memunculkan dan mendefinisikan perilaku
yang dapat diterima oleh para anggota
dari manajemen puncak sampai dengan
karyawan
operatif.
3) Sumber
daya
Sumber
daya adalah sebuah asset yang merupakan bahan baku bagi
produksi barang maupun
jasa pada sebuah
organisasi. Aset itu meliputi dari
kemampuan, keahlian seseorang, serta bakat manajerial.
Seperti sebuah asset
keuangan dan fasilitas pabrik pada
wilayah fungsional.
Terdapat beberapa faktor kunci lingkungan internal antara lain sebagai berikut:
1)
Aspek
Pemasaran
Pemasaran dapat
didefinisikan sebagai proses penentuan, pengantisipasian, penciptaan, dan
pemenuhan keinginan dan kebutuhan pelangga atas produk atau jasa. Fungsi-fungsi
dasar pemasaran terdiri dari :
a) Analisis
pelanggan - pengujian dan evaluasi atas keinginan, hasrat, dan kebutuhan
pelanggan – meliputi survei pelanggan, menganalisis informasi tentang
pelanggan, mengevaluasi strategi positioning pasar, mengembangkan profil
pelanggan, serta penentuan strategi-strategi segmentasi pasar yang optimal.
b) Pembelian
persediaan – fungsi pemasaran yang melakukan pembelian yang diperlukan untuk
menghasilkan dan menjual produk/jasa. Pembelian mencakup evaluasi alternatif
pemasok atau vendor, pemilihan pemasok yang terbaik, mengatur termin
penerimaan dengan pemasok, dan memperoleh pemasok persediaan.
c) Penjualan
produk/jasa – mencakup aktivitas-aktivitas pemasaran seperti advertising,
promosi penjualan, publisitas, personal selling, tenaga penjualan, hubungan
pelanggan, dan hubungan dengan jaringan pengecer.
d) Penetapan
harga – terdapat lima stakeholders yang mempengaruhi penetapan harga,
yaitu : pelanggan, pemerintah, pemasok, distributor, dan pesaing.
e) Distribusi
– meliputi penggudangan, saluran distribusi,
cakupan distribusi, lokal pengecer, daerah penjualan, derajad dan lokasi
persediaan, transportasi barang, pedagang besar dan pengecer.
2)
Aspek
Keuangan dan Akuntansi
Penetapan kekuatan dan
kelemahan keuangan organisasi / perusahaan merupakan hal yang penting dalam
formulai strategi secara efektif.
Fungsi keuangan dan akuntansi terdiri dari tiga
keputusan, yaitu : keputusan investasi, keputusan pembelanjaan, dan keputusan
deviden. Analisis rasio keuangan, (misalnya, likuiditas, leverage, modal
kerja, profitabilitas, perputaran penggunaan asset, arus kas, dan ekuitas
perusahaan), merupakan metode yang secara luas digunakan untuk menetapkan atau
menentukan kekuatan dan kelemahan organisasi / perusahaan dalam
keputusan-keputusan investasi, pembelanjaan, dan deviden
3)
Aspek
Produksi/Operasi dan Penelitian Pengembangan
Fungsi produksi/operasi
suatu perusahaan terdiri dari semua aktivitas yang merubah masukan (input)
menjadi barang atau jasa. Manajemen produksi/operasi memperlakukan masukan (input),
mentransformasi, dan keluaran (output) sangat beragam diantara
industri-industri dan pasar
(Suryanata I.G.N.P, 2019).
4)
Aspek
Manajemen
Fungsi
manajemen terdiri atas lima aktivitas dasar : perencanaan, pengorganisasian,
pemotivasian, penempatan karyawan (staffing), dan pengendalian.
a)
Perencanaan
– adalah proses dimana salah satu menentukan apakah
akan mencoba sebuah tugas, mencari cara paling efektif dalam penerapan tujuan
yang diharapkan, dan bersiap untuk menghadapi kesulitan yang tidak diharapkan
dengan sumber daya yang mencukupi. Perencanaan adalah proses awal yang
dilakukan individua tau bisnis agar dapat mengubah mimpi menjadi pencapaian.
b)
Pengorganisasian
– tujuan pengorganisasian adalah untuk mencapai usaha
yang terkoordinasi dengan mendefinisikan hubungan pekerjaan dengan otoritas.
Pengorganisasian berarti menentukan siapa yang melakukan apa dan siapa yang
melaporkan kepada siapa.
c)
Pemotivasian
– adalah sebuah proses mempengaruhi orang untuk
menyelesaikan tujuan khusus. Motivasi menjelaskan mengapa beberapa orang
bekerja sangat keras dan yang lain tidak. Tujuan, strategi, dan kebijakan
memiliki sedikit kesempatan untuk sukses jika karyawan dan manajer tidak
termotivasi untuk mengimplementasikan strategi setekah diformulasikan.
d)
Penempatan
karyawan – disebut juga manajemen personalia atau manajemen sumber daya manusia,
mencakup aktivitas-aktivitas seperti perekrutan, wawancara, pengujian, seleksi,
orientasi, pelatihan, pengembangan, pemberian perhatian, evaluasi, penghargaan,
pendisiplinan, promosi, pemindahan, penurunan dan pemberhentian karyawan, juga
pengelolaan hubungan serikat kerja.
e)
Pengendalian
– meliputi semua aktivitas yang diambil untuk
memastikan bahwa operasi aktual sama dengan operasi yang direncanakan. Semua
manajer dalam organisasi memiliki pertanggungjawaban pengendalian, seperti
melakukan evaluasi kerja dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk
meminimalisir ketidakefisienan (David dan David, 2016).
b.
Lingkungan
eksternal
Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan terpencil atau lingkungan umum dan lingkungan industri. Analisis faktor eksternal menekankan pada identifikasi dan evaluasi tren dan peristiwa yang berada di luar kendali perusahaan. Menganalisis lingkungan eksternal mengungkapkan peluang dan ancaman utama yang dihadapi organisasi, memungkinkan manajer untuk menangkap peluang dan mengembangkan strategi untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman. Menurut David dan David (2016), kekuatan eksternal dapat dibagi menjadi lima kategori besar. (2) Kekuatan sosial, budaya, demografi dan lingkungan. (3) Kewenangan politik, pemerintahan, dan hukum. (4) Teknologi (5) Kekuatan kompetitif atau daya saing. Menurut Hunger dan Wheelen dalam Budiman dan Barlian (2020), lingkungan eksternal terdiri dari variabel kesempatan dan ancaman yang berasal dari luar organisasi dan tidak secara khusus terdapat dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak.
Menurut
Suryanata I.G.N.P (2019), terdapat dua macam
lingkungan eksternal, yaitu lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal
mikro. Lingkungan
eksternal makro biasanya juga disebut lingkungan umum, yaitu lingkungan
eksternal dimana organisasi/perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk
mengandalikan atau mempengaruhi secara langsung. Faktor-faktor
lingkungan eskternal makro antara lain :
a)
Lingkungan
Fisik
Lingkungan
fisik merupakan hubungan timbal balik antara perusahaan dengan lingkungan hidup
atau ekologinya. Ekologi adalah hubungan antara kehidupan manusia dan kehidupan
lainnya, udara, tanah dan air. Polusi yang dihasilkan dari aktivitas industri
misalnya dapat mengemban kehidupan manusia dan lingkungan hidup lainnya dan
pada gilirannya dapat mengancam eksistensi perusahaan itu sendiri. Ekologi
seperti rusaknya habitat dan keanekaragaman hayati (biodiversity),
seperti polusi udara, air dan tanah telah menjadi isu global.
b) Lingkungan Ekonomi
Faktor ekonomi
berhubungan dengan sifat dan arah ekonomi dimana suatu perusahaan beroperasi.
Sebab pola konsumsi masyarakat secara relatif dipengaruhi oleh tren sektor
ekonomi dan pasar, sehingga dalam perencanaan strateginya setiap organisasi
perusahaan harus mempertimbangkan arah tren ekonomi dari setiap sektor pasar
yang mempengaruhi industri atau pasarnya. Perusahaan harus memonitor dan
menganalisis perubahan dan kondisi ekonomi, baik ekonomi lokal, nasional, maupun internasional.
c)
Lingkungan
Politik dan Hukum
Arah dan strabilitas
politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi para manajer dalam
memformulasi strategi perusahaan. Lingkungan politik dan hukum mencakup faktor-faktor
yang dikendalikan oleh pemerintah. Unsur dan parameter utamanya adalah ideologi
politik pemerintahan, stabilitas pemerintahan, jumlah dan kekuatan partai
politik, program kerja partai politik, sikap pemerintah terhadap dunia
industri, kelompok-kelompok lobi, hukum dan peraturan perundangan dan semua
peraturan yang harus dipatuhi dan dijalankan dimana oleh perusahaan
d)
Lingkungan
Sosial dan Budaya
Faktor sosial budaya yang
dapat mempengaruhi aktivitas dan kinerja perusahaan mencakup keyakinan,
nilai-nilai, sikap, pandangan, serta gaya hidup manusia sebagai akibat
perkembangan dan perubahan kondisi kebudayaan bahasa, ekologi, demografi,
keberagaman, pendidikan, suku bangsa dan ras, serta mobilitas penduduk,
lembaga-lembaga sosial, simbol status, keyakinan agama.
e)
Lingkungan
Teknologi
Teknologi merupakan
pendorong utama dibalik pengembangan berbagai produk dan pasar baru, tetapi
kadang juga menjadi alasan utama menurunnya berbagai produk dan pasar.
Industri-industri tertentu memerlukan orientasi yang kuat pada teknologi
tertentu.
f)
Lingkungan
Demografi
Evolusi atau perubahan
populasi penduduk merupakan faktor kunci lingkungan bagi perusahaan. Penduduk
secara langsung berdampak pada pasar konsumen dan mempengaruhi kekuatankekuatan
ekonomi lainnya. Misalnya, penurunan tingkat kelahiran akan berdampak pada
permintaan dan penawaran pasar, jenis barang yang diproduksi dan dampak ganda
lainnya. Perubahan struktur penduduk juga akan mempengaruhi pasar konsumen,
mempengaruhi produk yang dibutuhkan dan seterusnya. Perubahan struktur keluarga
juga akan merubah pola pembelian dan pola konsumsi.
