Definisi dan Penjelasan Tentang Stres Kerja

 

Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi proses berpikir, emosi dan kondisi seseorang, hasilnya stres yang terlalu berlebihan dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan dan pada akhirnya akan menganggu pelaksanaan tugas-tugasnya (Handoko, 2012). Menurut Siagian (2011), stres kerja adalah kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran dan kondisi seseorang. Stres yang tidak di atasi dengan baik biasanya berakibat pada ketidakmampuan seseorang berinteraksi secara positif dengan lingkungannya, baik dalam lingkungan pekerjaan maupun di luarnya.

Handoko (2014) berpendapat bahwa stres dapat membantu atau menjadi fungsional, tetapi juga bisa berperan salah (disfungsional) atau merusak prestasi kerja. Hal ini berarti bahwa stres mempunyai potensi untuk mendorong atau mengganggu pelaksanaan kerja, tergantung seberapa besar tingkat stres. Lebih lanjut menurutnya bila tidak ada stres, tantangan- tantangan kerja juga prestasi kerja cenderung naik, karena stres membantu karyawan untuk mengarahkan segala sumber dayanya dalam memenuhi berbagai persyaratan atau kebutuhan pekerjaan.

Terdapat dua kategori penyebab stres kerja menurut Handoko (2014) yaitu on the job dan off the job. Kondisi kategori on the job antara lain:

a. Beban kerja yang berlebihan

b. Tekanan atau desakan waktu

c. Kualitas supervise yang kurang maksimal

d. Iklim politis yang tidak aman

e. Umpan balik pelaksanaan kerja yang tidak mewadahi

f. Wewenang yang tidak mencukupi untuk tanggung jawab

g. Kemenduaan peranan

h. Frustasi

i. Konflik

j. Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan

k. Berbagi bentuk perubahan.

Masalah yang terjadi diluar perusahaan atau dikenal dengan istilah off the job juga dapat menyebabkan stres karyawan, antara lain:

a. Kekuatiran finansial

b. Masalah-masalah yang bersangkutan dengan anak

c. Masalah fisik

d. Masalah perkawinan

e. Perubahan sosial di tempat tinggal

f. Masalah-masalah pribadi lainnya.

Hasibuan dalam Dewi dan Sintaasih (2016) menyatakan bahwa model stres kerja yang menjadi indikator adalah sebagai berikut:

a. Beban kerja, diukur dari beban kerja yang dirasakan berlebihan

b. Sikap pemimpin, diukur dari sikap pemimpin dalam memberikan tugas kepada karyawan

c. Waktu kerja, diukur dari waktu kerja yang dirasakan karyawan

d. Konflik, diukur dari konflik karyawan dengan pimpinan

e. Komunikasi, diukur dari komunikasi antar karyawan

f. Otoritas kerja, diukur dari otoritas kerja yang berhubungan dengan tanggung jawab karyawan.


YuliusSatya-Atlantians

i am 13 years old, a am have a round face, black eyes, and short. I like playing computer games,,, my favorite game is : GTA, Atlantica, C & C, etc. I am not diligent, but i smart, hahaha

Post a Comment

Previous Post Next Post