Kalau kamu merasa tanaman di rumahmu gitu-gitu aja, kamu harus kenalan sama Walking Palm dari hutan hujan Amerika Tengah dan Selatan. Di saat pohon lain pasrah tumbuh di tempat mereka ditanam, pohon ini punya prinsip beda. Kalau dia merasa tempatnya kurang cahaya matahari atau tanahnya nggak subur, dia bakal berjalan pelan-pelan mencari spot yang lebih "estetik"! 

Kenapa pohon ini layak dapet gelar "Traveler Paling Lambat" di dunia botani? Ini rahasia kakinya:
Pohon ini punya akar udara yang bentuknya kayak kaki-kaki penopang di bagian bawah batang. Saat dia pengen pindah ke arah cahaya, dia bakal menumbuhkan akar baru ke arah matahari. Sementara itu, akar lama yang ada di bagian gelap bakal membusuk dan mati. Proses tumbuh-mati ini membuat posisi batang pohon perlahan-lahan bergeser. Benar-benar "berjalan" dengan cara regenerasi! 


Jangan bayangkan dia lari marathon, ya. Kecepatan pohon ini cuma sekitar 2 sampai 3 sentimeter per hari, atau sekitar 20 meter per tahun. Memang terdengar sangat lambat buat kita, tapi buat ukuran makhluk yang biasanya diam seribu bahasa, ini adalah kemajuan teknologi yang luar biasa! Dia adalah juara bertahan lomba jalan santai antar-hutan. 

Akar-akar "kaki" ini bukan cuma buat jalan, tapi juga sebagai penopang ekstra. Kalau ada pohon lain jatuh menimpanya, Walking Palm bisa tetap berdiri tegak atau "melangkah" keluar dari himpitan pohon tersebut. Dia nggak mau jadi korban keadaan, dia lebih milih cari jalan keluar (secara harfiah). 

Kesimpulannya: Walking Palm mengajarkan kita kalau lingkunganmu sudah nggak mendukung untuk tumbuh, jangan cuma diam dan layu. Cari arah cahaya baru, tumbuhkan "akar" baru, dan pindahlah pelan-pelan sampai kamu menemukan tempat terbaikmu!
