Menurut Nitisemo (2006) lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan dapat mempengaruhi karyawan dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Sedarmayanti (2009) mengemukakan bahwa lingkungan kerja ialah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.
Menurut Siagian (2011) berpendapat bahwa lingkungan kerja terdapat 2 macam, yaitu:
a. Lingkungan kerja fisik seperti bangunan, ruang kerja, sirkulasi udara, sarana transportasi, tempat istirahat, tempat ibadah dan peralatan yang cukup mewadahi.
b. Lingkungan non fisik ialah lingkungan kerja yang menyenangkan dalam hal ini hubungan rekan kerja yang harmonis antara karyawan dengan karyawan ataupun karyawan dengan atasan.
Dimensi dan Indikator Lingkungan Kerja menurut Nitisemito (2006) lingkungan kerja dapat diukur melalui beberapa indokator sebagai berikut:
a. Suasana kerja
Setiap karyawan normalnya menginginkan suasana kerja yang menyenangkan, suasana kerja yang nyaman meliputi penerangan yang cukup, suara yang tidak bising dan tenang, serta keamanan dalam bekerja. Sedarmayanti (2009) yang menyatakan bahwa penerangan, kebisingan suara dan suhu ruangan sebagai indikator dari lingkungan kerja yang berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan
b. Fasilitas kerja
Fasilitas kerja dimaksudkan bahwa peralatan yang digunakan untuk mendukung kelancaran kerja sudah mewadahi. Tersedianya fasilitas kerja yang lengkap, meskipun bukan fasilitas baru tetapi mampu menunjang proses kelancaran dalam bekerja.
c. Hubungan dengan rekan kerja
Hubungan dengan rekan kerja yang harmonis dan tanpa saling intrik diantara sesama rekan kerja. Salah satu faktor yang mampu mempengaruhi karyawan untuk menetap dalam perusahaan ialah rekan kerja. Terjalinnya hubungan yang harmonis antar rekan kerja mampu mempengaruhi kinerja karyawan.
